Menu
header photo

Title

Subtitle

Inilah Langkah Melakukan Aqiqah Menurut Agama Islam

January 23, 2017

Aqiqah itu berisi memutus dan melubangi, dan ada pula yang mengatakan bahwa akikah adalah sebutan bagi satwa yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, & dikatakan juga bahwa akikah merupakan serabut yang dibawa si momongan ketika lahir. Adapun maknanya secara syari’at adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan. Aqiqah adalah sembelihan yang disembelih untuk budak yang baru lahir. Pengatur kitab Mukhtar Ash Shihhah mengatakan: " Al-'Aqiqah ataupun Al-'Iqqah mempunyai adalah sabut makhluk yang baru dilahirkan, baik pribadi atau satwa. Dinamai agaknya daripadanya binatang yang disembelih untuk bani yang segar lahir dalam hari keseminggunya.

1. Rendah Hukumnya
Aqiqah hukumnya adalah sunnah muakkad, sekalipun wali dalam bentuk sulit. Aqiqah dilakukan sebab Rasulullah saw. dan para sahabat. Berikut adalah hadits-hadits tentang mengakikahkan anak yang baru real.

1. Nabi saw. berkata:
“Setiap budak tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan (kambing) untuknya pada hari ke tujuh, dicukur serta diberi nama” [HR Abu awud, no. 2838, at-Tirmidzi no. 1522, Ibnu Majah no. 3165 dll dari sekutu Samurah bin Jundub r. a.. Hadits ini dishahihkan oleh al-Hakim dan disetujui oleh adz-Dzahabi, Syaikh al-Albani dan Syaikh Abu Ishaq al-Huwaini dalam kitab al-Insyirah Fi Adabin Nikah hlm. 97]#@@#@!!.

aqiqah bandung 2. Ashhabus Sunan menyampaikan:
Bahwa Rasul saw. meng-aqiqahkan Hasan & Husain (cucunya dari Fathimah - pen) masing-masing seekor kambing qibasy.

3. & dari Tindasan bin Pelopor Ash-Dhabiey, bahwa Nabi saw. bersabda: "Untuk anak laki-laki aqiqahnya. Tumpahkanlah atasnya darah, & hilangkanlah daripadanya kotoran dan najis. " (Riwayat Al-Khamsah).

4. Hadits dalam shahih Bukhari
Setiap anak rapi aqiqahnya, jadi sembelihlah satwa dan hilangkanlah gangguan darinya.

5. Hadits riwayat Serbuk Daud
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam memerintahkan tersebut agar beraqiqah dua sudut kambing yang sepadan (umur dan besarnya) untuk momongan laki-laki & seekor kibas untuk momongan perempuan.

6. Hadits babad Malik serta Ahmad
Fatimah Binti Nabi SAW (setelah melahirkan Laksmi dan Husain) mencukur sabut Hasan & Husain lalu ia beramal dengan galuh seberat tara rambutnya.

tujuh. Hadits tambo Abu Daud dan Nasai
Barang siapa diantara kamu ingin beribadah tentang anaknya perlu dilakukan aqiqah untuk anak laki-laki dua sudut kambing yang sama umurnya serta untuk bujang perempuan seekor kambing.

dua. Aqiqah Untuk Anak Laki-Laki dan Anak Perempuan
Yang afdhal untuk bani disembelihkan 2 ekor kambing/domba yang seiras dan umurnya bersamaan. & untuk bujang perempuan 1 ekor.
Daripada Ummu Karz Al-Ka'biyah mengatakan: Aku sudah mendengar Nabi saw. berfirman:

" Untuk anak laki-laki dua ekor wedus yang seiras, dan untuk anak dara satu upaya. " Serta dibolehkan wahid ekor domba untuk anak laki-laki. Rasulullawh saw. pernah mengerjakan yang demikian untuk Lembut dan Husain r. a., seperti saat hadits yang lalu.
“Dahulu kami dimasa jahiliyah jikalau salah seorang diantara abdi mempunyai bani, ia merebahkan membantai kambing serta melumuri kepalanya dengan sundut kambing tersebut. Maka sesudah Allah menyebabkan islam, kita menyembelih kambing, mencukur / menggundul penyelenggara si balita dan melumurinya dengan minyak wangi. ” [HR. Abu Daud juz 3 hal 107].

Di hadits lain yang berisikan mengenai sejarah aqiqah yang diriwayatkan oleh Putri Hibban “Dari Aisyah ia berkata ‘Dahulu orang orang2 pada peluang jahiliyah jikalau mereka beraqiqah untuk seorang bayi, mereka melumuri randu dengan kadim aqiqah, dan lalu ketika menjatuhkan rambut si bayi tersebut melumurkan di kepalanya’. Oleh sebab itu Nabi saw bersabda, ‘Gantilah darah tersebut dengan minyak wangi. ’” [HR Ibnu Hibban juz 12 hal 124].

3. Ruang Penyembelihan

1. Jika mengizinkan, penyembelihan dilangsungkan pada hari ke-7. Bahwa tidak, oleh sebab itu pada hari ke-14. Meski yang demikian masih tidak memungkinkan, dipastikan pada hari ke-21 mulai hari kelahirannya. Jika tetap tidak memungkinkan maka pada kapan aja. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dikatakan:?????????????????????????????? "Disembelih pada hari ketujuh, & pada hari ke-empatbelas, & pada hari kedua puluh satu. "
Rangkaian Selanjutnya:
- Memberi anak identitas
- Memotong rambutnya.
- Bersedekah seberat timbangan rambutnya.

2. Sedangkan syarat satwa kambing yang dapat jadi aqiqoh itu sama dengan syarat satwa qurban (kurban) sbb:
- Kambing: siap berusia 1 (satu) tahun dan mengakar usia (dua) tahun.
- Domba: simpan berusia 6 (enam) bulan dan mengakar bulan ke-7 (tujuh).
- Tidak mampu ada anak buah badan fauna yang cacat.
- Dagingnya tidak mahir dijual.

4. Bersamaan Sempang Qurban dan Aqiqah.
Atas sini terbit pertanyaan, adalah bolehkah menggabungkan niat aqiqah dan kurban? Bila sesuatu itu diperbolehkan apakah berdasar pada otomatis persembahan yang dikerjakan sekaligus dapat menggugurkan imbauan akikah? Mengenai hal ini ada dua pendapat:

Qurban yang ia tunaikan ini bisa sekali lalu diniatkan aqiqah dan menyabot anjurannya. Penjelasan ini merupakan opsi yang disampaikan per Mazhab Hanafi dan salah satu riwayat Ahmad. Dari tataran tabi’in, Al-Hasan Al-Bashri, Ibnu Sirin, serta Qatadah, setuju dengan wawasan ini. Mereka berargumentasi, zat kedua ibadah sama, yakni mendekatkan bangun kepada Allah swt. oleh sembelihan satwa. Keduanya mampu saling melengkapi dan mengisi. Kasus hukumnya sama begitu shalat tetap di Langgar disertai dengan niat shalat sunah tahiyyatal masjid. Mantan mufti Arab Saudi, Syekh Muhammad bin Ibrahim, menolong opsi berikut.

Kedua ibadah itu tidak boleh disatukan dan tidak bisa menghapuskan salah satunya. Qurban adalah qurban dan aqiqah adalah aqiqah. Pendapat ini disampaikan sebab Mazhab Maliki, Syafi’i, serta salah satu babad Mazhab Ahmad. Alasan yang mereka kemukakan, yaitu masing-masing dari akikah dan persembahan memiliki tumpuan yang bertentangan. Maka ini, satu bertumpu lain tidak boleh digabung. Latar belakang dan motif di balik kesunnahan kedua ibadah ini pun bermusuhan. Jadi, tenang tepat disatukan. Misalnya, kompensasi yang berlaku di haji tamattu' dan denda yang berlaku di fidyah.

Go Back

Comment

Blog Search

Comments

There are currently no blog comments.